Sign in
A wall covered in blue paint with white text in Indonesian and English. The wall is located inside a museum called "Tumurun Museum," in the city of Surakarta, Indonesia, at coordinates -7.57, 110.816.  The text is arranged in four main blocks: 

The top block displays a museum logo, "A.D. PIROUS," in large, bold font. Below the logo, a smaller section states, "Mendekatlah, kemudian lihat dalam cermin. Dalam pantulannya, mungkin kita akan menemukan bagian diri dalam pemikiran, perasaan, dan tindakan A.D. Pirous. Karya-karyanya mengajak kita merenung, mendorong kita untuk selalu berusaha menemukan kebaruan, menghargai cara pandang, dan membentuk makna yang lebih dalam untuk kehidupan." 

Below this is the second block, which is in a smaller font and states: "Pirous meyakini bahwa seni adalah denyut nadi kehidupan yang mengalir dalam setiap jiwa manusia, tanpa memandang status atau profesi. Setiap tindakan yang dicurahkan dari kedalaman akal dan hati, baik proses maupun hasilnya, pada dasarnya adalah sebuah karya seni."

The third block displays a vertically aligned word in bold font, "JEJAK LANGKAH LARAH," and a smaller, horizontal section stating, "TRACES STRIDES DESTINIES." 

The fourth section, located at the very bottom of the wall, states, "Pameran kolaborasi Tumurun Museum dan Serambi Pirous ini mengajak kita untuk mengikuti jejak, langkah, dan arah yang tertuang dalam karya Pirous. Merasakan getaran emosi dalam setiap karyanya, dan menemukan kesamaan dalam cerita yang tertampilkan. Setiap goresan dan warna pada karyanya menjadi benang merah yang menghubungkan gairah perjalanan hidup kita semua." 

The final section of text on the wall states, "Melalui pameran ini, kita diajak untuk menyadari bahwa setiap kita adalah seniman yang mampu menciptakan kehidupan yang penuh makna. Menjadikan hidup ini sebagai kanvas untuk mengekspresikan keragaman pikiran dan perasaan yang berharga untuk sesama." 

The bottom of the wall shows three names and a single word, "KURAORIAL," separated by bullet points: "Eka Sofyan Rizal," "Hendra Himawan," "Iwan Meula Pirous."
FM-bH1O53

Mar 16, 2025, 4:16 AM

Surakarta, Indonesia

Stake attention in this memory

introspective
reflective
inspiring
artistic
meaningful

A wall covered in blue paint with white text in Indonesian and English. The wall is located inside a museum called "Tumurun Museum," in the city of Surakarta, Indonesia, at coordinates -7.57, 110.816. The text is arranged in four main blocks: The top block displays a museum logo, "A.D. PIROUS," in large, bold font. Below the logo, a smaller section states, "Mendekatlah, kemudian lihat dalam cermin. Dalam pantulannya, mungkin kita akan menemukan bagian diri dalam pemikiran, perasaan, dan tindakan A.D. Pirous. Karya-karyanya mengajak kita merenung, mendorong kita untuk selalu berusaha menemukan kebaruan, menghargai cara pandang, dan membentuk makna yang lebih dalam untuk kehidupan." Below this is the second block, which is in a smaller font and states: "Pirous meyakini bahwa seni adalah denyut nadi kehidupan yang mengalir dalam setiap jiwa manusia, tanpa memandang status atau profesi. Setiap tindakan yang dicurahkan dari kedalaman akal dan hati, baik proses maupun hasilnya, pada dasarnya adalah sebuah karya seni." The third block displays a vertically aligned word in bold font, "JEJAK LANGKAH LARAH," and a smaller, horizontal section stating, "TRACES STRIDES DESTINIES." The fourth section, located at the very bottom of the wall, states, "Pameran kolaborasi Tumurun Museum dan Serambi Pirous ini mengajak kita untuk mengikuti jejak, langkah, dan arah yang tertuang dalam karya Pirous. Merasakan getaran emosi dalam setiap karyanya, dan menemukan kesamaan dalam cerita yang tertampilkan. Setiap goresan dan warna pada karyanya menjadi benang merah yang menghubungkan gairah perjalanan hidup kita semua." The final section of text on the wall states, "Melalui pameran ini, kita diajak untuk menyadari bahwa setiap kita adalah seniman yang mampu menciptakan kehidupan yang penuh makna. Menjadikan hidup ini sebagai kanvas untuk mengekspresikan keragaman pikiran dan perasaan yang berharga untuk sesama." The bottom of the wall shows three names and a single word, "KURAORIAL," separated by bullet points: "Eka Sofyan Rizal," "Hendra Himawan," "Iwan Meula Pirous."

Loading AttnAds…

transactions
revenues
stakers
Earliest
Latest
Highest stake

No transactions found

More from this user

More from Surakarta

FM-bH1O53

Mar 16, 2025, 4:16 AM

Surakarta, Indonesia

Licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License. You are free to share and adapt this content with proper attribution.